3 Cara Jitu Agar Mendapatkan Nilai IPK diatas 3 koma
Masa-masa kuliah adalah
masa untuk membentuk nilai dan kualitas ilmu. Berhubung sebelum saya menjadi
dokter gigi, saya merupakan seorang mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara. Dengan begitu banyaknya mata kuliah, membuat saya
tidak patah ara, melainkan tetap semangat dan tertantang menghadapi semua mata
kuliah yang ada. Jumlah mata kuliah untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi
ada lebih dari 100 mata kuliah, untuk angka tepatnya, saya sudah lupa. Agar bisa
melihat cerita singkat perkenalan saya, boleh di cek di artikel ini cerita masa kuliah.
Dari sekian banyaknya
mata kuliah, ada 1 mata kuliah favorit saya. Dan itu sudah saya ceritakan di tulisan
ini cerita masa kuliah. Silahkan dibaca kembali ya. Dan mata kuliah favorit kedua adalah mata kuliah
penyakit kulit dan kelamin. Salah satu alasan kenapa saya menyukai mata kuliah
tersebut adalah disebabkan bahwa pada dasarnya hampir seluruh perempuan
menginginkan kulit yang sehat dan bersih. Sehingga dapat membuat orang
disekelilingnya menjadi ceria. Kebutuhan memiliki kulit yang sehat dan bersinar
sangatlah tinggi belakangan ini. Mungkin ini adalah karena kelamaan dirumah
akibat pandemi Covid-19. Jika ditarik kesimpulan, kulit yang sehat akan membuat
perempuan itu cantik dan bercahaya dimata orang sekitarnya. Kata Cantik dan
bercahaya dalam bahasa luar negeri disebut juga zibelle.
Ada pepatah yang
mengatakan bahwa lingkungan akan mempengaruhi atau memberi pengaruh kepada
kita. Oleh karena itulah kita harus bisa beradaptasi terhadap lingkungan. Bukan
malah selektif dalam berteman. Semua boleh kita temanin agar semakin luas
jejaring teman kampus kita. Ada kalanya beberapa mahasiswa memilih teman yang
sama-sama pintar dan ber-IPK tinggi. Ada juga yang lain malah bisa masuk ke
semua level mahasiswa.
Pada umumnya mahasiswa
yang terkendala di kampus atau mata kuliah tertentu hanya memiliki alasan 3
saja, yaitu blame, excuses dan justify. Berikut saya uraikan singkat ketiga hal
ini.
BLAME
Seseorang dikatakan blame
adalah jikalau selalu atau sering menyalahkan orang lain atas sesuatu yang
terjadi diluar keinginannya. Bilamana seorang mahasiswa terus menerus
menyalahkan sesuatu hal yang ada diluar kontrolnya, maka mahasiswa tersebut
cenderung tidak perlu memperbaiki diri karena yang salah adalah bukan dirinya. Contoh
kasusnya adalah si budi yang mendapatkan nilai E pada mata kuliah fisika
kedokteran. Ketika ditanya oleh teman-temannya, si budi selalu mengatakan bahwa
selama mau masuk jam kuliah fisika kedokteran dia telat. Dan telatnya karena jarak
rumah ke kampus sangatlah jauh. Jika sudah telat, apapun yang dikatakan dosen
dari depan kelas tidak jelas dimengerti. Hasilnya ketika tiba ujian, timbul
kegalauan akibat tidak paham apa yang harus dipelajari.
Sebaiknya mahasiswa memiliki
tanggung jawab penuh atas tindakannya. Bukan malah nge blame! Daripada blame,
lebih baik ambil tanggung jawab agar mendapatkan nilai terbaik.
EXCUSES
Alasan-alasan di dunia
ini sangatlah banyak. Dan jika saya menuliskan jawaban atas pertanyaan kenapa
seorang mahasiswa tidak mendapatkan nilai IPK 3 koma, maka 1 rim kertas HVS pun
tidak akan cukup sebagai tempat menjawabnya. Mahasiswa yang memiliki banyak
alasan untuk tidak melakukan yang terbaik demi nilai IPK 3 koma, maka dia tidak
akan pernah memperolehnya.
Si budi pun punya 1000
alasan jika ditanyakan kenapa bisa mendapatkan nilai E pada mata kuliah fisika
kedokteran. Mulai dari telat masuk kelas, rumah jauh, terlalu ngantuk dikelas
akibat gaya mengajar dosen yang tradisional, ruangan kelas yang dingin dll. Jika
diperhatikan, yang diucapkan si budi adalah kebenaran, dan guna semua alasan
tersebut adalah malah membuat kita tidak melakukan Tindakan yang berguna.
Daripada membuat dan
mengarang 1000 alasan, lebih baik lakukan Tindakan nyata dan keajaiban pun
terjadi. Walaupun Tindakan kecil saja, tapi mengarah kepada tujuan untuk
mewujudkan nilai IPK 3 koma, maka hal tersebut lebih baik daripada sibuk
mengeluarkan jurus 1000 alasan.
JUSTIFY
Mahasiswa yang suka
mengatakan bahwa si A lebih hebat dari dia sendiri adalah contoh sikap justify
ini. Misalnya si budi mengatakan bahwa si mawar (budi dan mawar adalah nama samara)
wajar saja bernilai A. Dalam kuliah saja dia selalu duduk didepan, pintar cari
perhatian dosen, anak orang kaya, ke kampus naik privat jet dll. Padahal kita
tahu bahwa banyak orang yang dari segi ekonomi biasa saja tapi prestasi di
kampusnya luar biasa.
Hentikan kebiasaan
justify ini, segera belajar dari orang-orang yang ber-IPK 3 koma. Respon terhadap
kondisi dan situasi yang membuat perbedaan dalam berprestasi. Tujuan kita untuk
mendapatkan IPK 3 koma adalah agar lebih cepat mengaplikasikan ilmu yang
diperoleh di dalam kampus kepada masyarakat luas, sehingga kita dapat lebih
bermanfaat bagi orang banyak.
Setelah saya membahas tentang
BEJ, maka silahkan adik-adik atau teman-teman pembaca memberi masukan melalui
kolom komentar.
Dan yang paling penting
dari hal diatas adalah tentang bagaimana agar mendapatkan IPK tiga koma. Berikut
ini ada 3 caranya:
1.
Baca situasi dikampus, perhatikan siapa teman-teman
atau senior yang memiliki nilai IPK diatas 3. Jika mereka aktif disalah satu
kegiatan kampus, tirulah dan ikutilah kegiatan tersebut. Jalin komunikasi
dengan mereka dan tirulah cara belajar mereka.
2.
Sediakan waktu untuk belajar bersama
dengan yang memiliki IPK 3 koma, dan conteklah cara mereka belajar.
3.
Selalu tes dan ukur serta evaluasi. Apakah
poin 1 dan 2 diatas memberi hasil yang baik atau tidak. Jika dengan diatas IPK menjadi
3 koma, lanjutkan dan ulangi. Jika sebaliknya yang terjadi, perbaikilah caranya
dan ketahui dimana letak kesalahan dalam meniru tersebut. Perhatikan detail cara
belajarnya. Lakukan terus sampai berhasil.
Semoga tulisan singkat
ini dapat bermanfaat. Dan jika bermanfaat, maka sebarkanlah tulisan ini, karena
dengan demikian artinya kita sudah melakukan kebaikan dan kita sudah bermanfaat
bagi banyak orang. Pepatah mengatakan bahwa kebodohan itu terjadi karena banyaknya
orang pintar yang diam. Dan pada kasus ini, banyaknya mahasiswa ber-IPK 2 koma
adalah karena banyaknya mahasiswa dan alumni yang ber-IPK 3 koma melakukan
tutup mulut. Sekali lagi saya sampaikan agar para mahasiswa yang memiliki
prestasi luar biasa agar dapat menjadi cahaya ditengah kegelapan dan menjadi sumber
garam di tengah dunia perkampusan.
Saya yakin dengan melakukan
share tulisan ini, maka semakin majulah prestasi adik-adik.
Terimakasih dan selamat
beristirahat.
NB: siapkan peralatan
untuk kerja atau kuliah besok ya,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar