19 Agustus 2022

SINOPSIS FILM TENTANG POLISI KOREA ‘The Policeman’s Lineage’

 SINOPSIS FILM TENTANG POLISI KOREA ‘The Policeman’s Lineage’ 

‘The Policeman’S Lineage’ merupakan film yang diadaptasi berasal dari novel Jepang ‘Blood Of The Policeman’ karya Joh Sasaki.&Nbsp;

Bersama dengan durasi 119 menit, film ini menceritakan kisah dua polisi yang mempunyai metode berbeda di dalam menyelidiki persoalan dan menangkap para penjahat. Adalah benar satu tokoh didalam film ini, Choi Min-Jae (Choi Woo-Sik), adalah seorang polisi muda bersama kharisma yang luar biasa. Choi Min-Jae punya mutu sifat yang mampu menyebabkan penonton terpesona dengannya. Ia diminta untuk menyelidiki persoalan misteri bersama menyamar dan mendekati seorang detektif polisi bernama Park Kang-Yoon (Cho Jin-Woong).

Berasal dari sifat Choi Min-Jae, kami dapat menyaksikan bagaimana seseorang miliki ambisi yang kuat, teguh bersama dengan prinsipnya, dan siap terima konsekuensi atas apa yang udah ia jalankan. Tidak cuman tersebut, pembawaan Choi Min-Jae juga membuktikan bagaimana proses perjalanan dan pengalamannya bisa membentuk kepribadian seseorang.

Berlimpah hal menakjubkan yang disajikan didalam film ini. Yakin satunya adalah penyajian kisah kelam seputar global kepolisian yang dikemas bersama dengan epic. Meskipun&Nbsp;Bergenre action-thriller, film ini konsisten memasukan sedikit unsur lawak di dalamnya. 

Hal lain yang menarik perhatian di film ‘The Policeman’S Lineage’ adalah proses pendewasaan dan transformasi diri Choi Min-Jae didalam menekuni hidupnya. Sehabis merasakan dilema, perasaan yang bergejolak, dan beban pikiran yang amat mengganggu, kelanjutannya Minjae sanggup melewati tersebut seluruh dan miliki pandangan yang berbeda didalam memaknai profesinya sebagai seorang polisi.

                                          Sumber: Film 'The Policeman's Lineage' 

Meskipun terkesan serius, alur cerita didalam film ini bukanlah sebuah hal yang baru. Tapi, bersama dengan visual gambar dan penempatan konten yang waktu membawa dampak film ini berbeda bersama dengan versi lainnya. 

Tersedia moment ketika Choi Min-Jae mengasingkan diri gara-gara banyaknya beban pikiran dan merasa dilema. Di sini, terlihat di dalam pengambilan gambar yang menambahkan penekanan terhadap emosi Minjae dan kondisi yang dihadapinya, supaya emosi penonton akan terbawa oleh film ini.

Film drama kriminal bersama aliran action thriller berkaitan dua polisi yang terlampau berbeda didalam mengatasi masalah besar bersama dengan-serupa. Minjae yang merupakan seorang polisi berasal dari generasi ke generasi diperintahkan untuk menyelidiki Kang Yoon secara diam-diam. Kang Yoon merupakan ketua team ace berasal dari team investigasi.

Minjae ditunjuk sebagai anggota team Kang Yoon. Selama bekerja bersama Kang Yoon, Minjae mempunyai keyakinan 'Kalau polisi jalankan sesuatu yang ilegal walaupun sudah berjalan selama proses penyelidikan, dia juga seorang kriminal'.  Tetapi, selama Minjae menyelidiki Kang Yoon, dia mulai menyukai dan menyerupai Kang Yoon yang punyai keyakinan 'Pengejaran kejahatan kudu dibenarkan walaupun tersebut ilegal'. 

Didalam suatu operasi penggerebekan narkoba, Choi Min-Jae (Choi Woo-Shik) berhasil menangkap kurir narkoba di suatu apartemen kumuh. Sementara proses interogasi, kurir tutup mulut tentang bukti diri bosnya. Ia pun dipukul habis-habisan oleh atasan Min-Jae. Mereka sesudah itu dijatuhi sanksi oleh hakim bersama dengan tuduhan penganiayaan.

Min-Jae lalu dipindahkan berasal dari unitnya dan diperintah Hwang In-Ho (Park Hee-Soon) untuk diam-diam menyelidiki Park Kang-Yoon (Cho Jin-Woong) di unit penyidikan tindak penyalahgunaan narkoba distrik Yongsan. Perintah tersebut diberikan gara-gara Kang-Yoon diduga laksanakan praktik ilegal selagi bertugas.

Selama bergabung bersama dengan unit Yongsan, Min-Jae memantau mobilitas-gerik Kang-Yoon bersama saksama. Hasil investigasi tersebut lalu diserahkan terhadap In-Ho. Lama kelamaan interaksi Min-Jae dan Kang-Yoon semakin dekat. Kang-Yoon lebih-lebih menganggap Min-Jae sebagai orang kepercayaan didalam segala urusan. Tetapi, seluruh tersebut dimanfaatkan Min-Jae untuk mengungkap donatur yang mendanai Kang-Yoo di dalam menangkap gembong narkoba.

Semakin lama cii-ciri Min-Jae mulai menyerupai Kang-Yoon yang bukan segan menempuh jalan ilegal demi menangkap penjahat. Hal ini bertentangan bersama prinsip awalnya bahwa tersebut sesungguhnya mirip layaknya kriminal. Di sedang konflik batin itu, Min-Jae menemukan fakta mengejutkan perihal era lalu ayahnya. Hal tersebut sebabkan keyakinan Min-Jae berkenaan gambaran polisi semakin goyah.

Akankah Minjae sanggup menangkap Kang Yoon yang dia percayai dan kagumi dan merampungkan misi pribadinya?

Film The Policeman'S Lineage menandai kembalinya Choi Woo-Shik bermain film di dalam dua th paling akhir. Sebelumnya, ia sukses memukau global melalui Parasite, lantas jadi kameo di dalam The Divine Fury, dan menjadi pemeran primer didalam Time to Hunt. Di dalam wawancara lebih dari satu saat lalu, Choi Woo-Shik mengaku memperlihatkan akting yang lebih baik melalui aksinya di The Policeman'S Lineage dibandingkan perannya di film Parasite (2019).

"Berlimpah orang menyukai saya di [Film] Parasite, namun saya inginkan tunjukkan cii-ciri yang lebih kuat di dalam project saya berikutnya," kata Choi Woo-Shik layaknya di informasikan Yonhap.


"Saya lakukan tak terhitung adegan laga, sebab cii-ciri saya sering bertindak terlebih dahulu sebelum dia berbicara," imbuhnya.

Di dalam kesempatan yang serupa, Cho Jin-Woong memuji akting Choi Woo-Shik. Sementara pertama kali bertemu, Jin-Woong mengatakan Woo-Shik adalah sosok yang lembut dikarenakan peran yang dibawakan di dalam dua film sebelumnya.

"Saya pikir dia lembut. Namun ketika kamera menyala, dia memperlihatkan karismanya," kata aktor berusia 45 th tersebut.

"Saya sebabkan sebagian kesalahan semata-mata dikarenakan saya mengidamkan lakukan pengambilan gambar satu kali ulang bersama dengan Choi Woo-Shik," ucap Jin-Woong.

Film ini juga jadi ajang reuni Choi Woo-Shik bersama aktor Park Hee-Soon sesudah keduanya mirip-serupa membintangi film The Witch: Part 1 The Subversion (2018).




06 Agustus 2022

Pentingnya Ilmu Manajemen Keuangan didalam Kehidupan Sehari-Hari

 Pentingnya Ilmu Manajemen Keuangan didalam Kehidupan Sehari-Hari

Sebagai seorang yang pernah mengikuti seminar tentang manajemen keuangan selama beberapa hari di Jakarta, tentu merupakan suatu kewajiban tersendiri untuk menyalurkan ilmu tersebut kepada orang lain, terkhusus kepada para pembaca setia blog ini. Banyak dari kita tidak diajari bagaimana cara mengatur atau memanajemen uang yang didapatkan. Alhasil, hampir sebagian besar dari masyarakat kita yang memmiliki masalah dengan uang.

Menurut A.C. Pigou didalam karya bukunya yang terkenal pada masanya, The Veil of Money (1949), uang adalah segala sesuatu yang generik dipergunakan sebagai alat tukar. Ada saja yang bilang kalo “Uang bukanlah segalanya” namun segalanya tentulah membutuhkan uang. Oleh gara-gara tersebut, tiap-tiap orang berusaha bekerja keras untuk menghasilkan uang. Tapi manakah yang lebih signifikan, menghasilkan uang atau memanajemen keuangan? Sebagai contoh, terdapat seorang karyawan di kota yang punyai penghasilan 7 juta tiap tiap bulannya. Karyawan itu telah bekerja selama lima tahunan tetapi sekedar miliki aset berupa tabungan sebanyak 30 juta. Lalu di suatu desa terdapat seorang petani yang tiap-tiap bulannya punya penghasilan paling segudang 5 juta tiap tiap bulannya. Tapi selama lima th bekerja, petani itu telah punyai aset berupa tempat tinggal senilai 60 juta di desa. Mari kami bandingkan aset yang dimiliki oleh karyawan dan petani itu? Mengapa seorang karyawan yang punyai penghasilan lebih besar bukan miliki aset yang lebih tak terhitung pula?

&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Berbicara terkait manajemen keuangan, khususnya keuangan pribadi tentunya bukan terlepas berasal dari manajemen gaya hidup. Layaknya contoh karyawan dan petani sebelumnya, gaya hidup karyawan di perkotaan tentunya berbeda bersama gaya hidup seorang petani di pedesaan. Tidak cuman gara-gara biaya hidup di perkotaan yang cenderung lebih mahal, keperluan seorang karyawan dan petani pun bukan bisa disamakan. Seorang petani tentunya bukan kudu membeli  sandang resmi untuk bekerja, bukan pula membutuhkan gadget yang komplit layaknya laptop, smartphone dan lainnya. Akan tapi, hal itu bukanlah semata-mata penyebab aset karyawan yang jauh lebih sedikit daripada petani. Bersama dengan penghasilan yang lebih besar, seharusnya karyawan mampu lebih mengoptimalkan pemasukannya. Untuk inilah pentingnya bagi tiap-tiap individu tahu cara memanajemen keuangan. Bukan sedikit pula masalah seorang yang miliki penghasilan lebih tak terhitung tetapi mempunyai utang konsumtif yang lebih tak terhitung pula.

&Nbsp; &Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;Di dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan, Senator Elizabeth Warren dan putrinya, Amelia Warren Tyagi mempopulerkan suatu prinsip 50/30/20 untuk mengatur keuangan. Prinsip ini pun amat diminati oleh kaum milenial yang udah mulai bekerja dan inginkan studi mengatur keuangan. Prinsip ini punyai ketetapan dasar mengatur keuangan bersama dengan membagi pendapatan sesudah pajak dan mengalokasikannya untuk dibelanjakan 50Prosen untuk keperluan, 30Persen untuk keinginan, dan menyisihkan 20Prosen untuk tabungan. 
&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp; &Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;



Apabila kami simulasikan bersama dengan karyawan yang mempunyai pengasilan higienis sebesar 7 juta per bulan, maka tiap tiap bulannya karyawan punya tabungan sebesar 1,4 juta. Bila dikumpulkan selama lima th bekerja, karyawan seharusnya sanggup punya tabungan lebih berasal dari 30 juta.  Tentunya hal ini kudu dilakukan secara tetap dan penuh komitmen.contoh lainnya ulang adalah Metode Budgeting 70-10-10-10 yang dipopulerkan oleh jim Rohn, seorang pengusaha Amerika, penulis dan pembicara motivasi. Beliau membagi semua penghasilan yang kami dpaatkan ke di dalam empat kelompok. Secara simple, distribusinya adalah sebagai berikut.



·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; 70 – Habiskan;70Persen pertama penghasilan Kamu untuk mencukupi keperluan sehari-hari, terhitung pula di dalamnya hiburan.
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; 10 – Simpan;10Presen pertama berasal dari penghasilan itu untuk dana jaman depan Kamu
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; 10 – Investasikan;10Presen kedua berasal dari penghasilan Kamu
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; 10 – Bagikan;10Persen ketiga untuk yang lebih membutuhkan.

Didalam metode budgeting itu, Jim Rohn mengalokasikan lebih dari satu berasal dari penghasilannya untuk investasi dan dana pensiun. Apabila dibandingkan bersama dengan prinsip Warren, berasal dari 20 prosen tabungan, Jim Rohn semata-mata menyisihkan 10 % untuk ditabung dan 10 % ulang diinvestasikan bersama dengan asa akan menghasilkan pendapatan ulang di era depan. Di dalam memutuskan berinvestasi pun mesti punyai ilmu yang lebih lanjut, jangan hingga dana yang kami investasikan malah bukan menambahkan laba atau apalagi merugi.

&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;Tidak cuman tersebut, tersedia pula suatu metode pengaturan keuangan yang lumayan terkenal dan segudang ditunaikan para ibu tempat tinggal tangga di Jepang bernama kakeibo ,Yang artinya buku besar atau catatan keuangan tempat tinggal tangga. Metode ini pertama kali diperkenalkan terhadap year 1904 oleh seorang jurnalis bernama Makoto Hani.&Nbsp;Di year 2017, metode ini ulang dipopulerkan lewat suatu buku yang ditulis oleh Fumiko Chiba berjudul kakeibo: The Japanese Art of Saving Money. Didalam buku ini, tersedia empat pertanyaan signifikan yang wajib dijawab apabila inginkan punyai suasana keuangan yang lebih baik:
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Berapa berlimpah uang yang anda punyai?
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Berapa jumlah uang yang didambakan anda simpan?
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Seberapa besar dana yang rutin anda belanjakan?
·&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Bagaimana anda dapat menambah uang yang anda tabung?
Fumiko yakin bahwa metode kakeibo mampu mengubah pandangan kami pada uang dan memicu kami menjadi lebih wawas didalam mengelola keuangan.

Langkah-Langkah yang kudu diperhatikan didalam menerapkan metode kakeibo adalah:

1.&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Catat semua pemasukan yang anda menerima di awal bulan, baik berasal dari pemasukan rutin layaknya gaji bulanan maupun penghasilan tambahan.

2.&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Sisihkan uang yang mengidamkan anda tabung di bulan itu.

3.&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Alokasikan sisanya ke di dalam sebagian pos pengeluaran yang terbagi jadi empat kategori:
o   Survival&Nbsp;Atau keperluan pokok layaknya biaya makan, tagihan, cicilan, dan kewajiban lainnya.
o   Optional&Nbsp;Atau keperluan sekunder mencakup hiburan, makan di luar, dan sebagainya.
o   Culture&Nbsp;Atau keperluan untuk tambah wawasan contohnya buku, film, majalah, dan lain-lain.
o   Extra&Nbsp;Atau pengeluaran lainnya layaknya kado, pemugaran tempat tinggal, pemeliharaan kendaraan bermotor, dan sebagainya.
Meskipun begitu, anda sanggup menyesuaikan sendiri pos-pos pengeluaran di atas disesuaikan keperluan, misalnya bersama dengan membawa dampak pembagian yang lebih spesifik kembali.

4.&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Siapkan lebih dari satu amplop untuk menyimpan alokasi dana berasal dari pos-pos pengeluaran itu. Anda sanggup memilih amplop bersama dengan rona berbeda, beri sebutan untuk tiap-tiap amplop disesuaikan tujuan pengeluaran. Jangan lupa untuk mencatat pengeluaran yang anda melakukan berasal dari tiap-tiap amplop.

5.&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp;&Nbsp; Di akhir bulan, melakukan penilaian pada kegiatan keuangan yang udah anda laksanakan. Cek amplop atau pos mana yang yang berhasil menghemat berlimpah dan mana yang menghabiskan lebih berasal dari budget. Bersama dengan jelas hal ini, anda sanggup menyesuaikan budgeting untuk di bulan kelanjutannya.

Terkecuali bersamaan berjalannya pas anda berhasil menekan pengeluaran dan menghemat lebih tak terhitung uang, signifikan anda berhasil mengimplementasikan kakeibo.

Dewasa ini, tak terhitung udah cara-cara mengatur keuangan yang bisa kami pedomani berasal dari tokoh-tokoh sukses. Kemungkinan dahulu kami semata-mata berfokus terhadap bekerja dan menghasilkan segudang uang, tapi belum menyadari bagaimana cara mengatur uang yang kami dapatkan. Kerap kali kami mendapati diri kami udah kehabisan uang di akhir bulan tanpa paham kemana saja pengeluaran itu kami gunakan. Untuk itulah pentingnya memanajemen keuangan, tentunya dimulai berasal dari memanajemen gaya hidup kami. Aturan untuk mengatur keuangan pun membutuhkan komitmen dan konsistensi terhadap diri sendiri. Apapun metodenya, tentunya mesti sesuai bersama keperluan dan prioritas.

&Nbsp;

Anda Suka Olahraga Lari? Waspada, Kuku Kaki Bisa Lepas lalu Menghitam dan Dicabut!

  Anda Suka Olahraga Lari? Waspada, Kuku Kaki Bisa Lepas lalu Menghitam dan Dicabut! Hai teman-teman semua, mungkin anda sudah gak sabar i...